PT. Permata Putera Mandiri Berdayakan SDM Lokal dalam Pembibitan Kelapa Sawit di Papua

Dalam melangsungkan aktivitas operasinyaGrup ANJ tak sekadar mempertimbangkan kepentingan perusahaan. Pengembangan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat menjadi perhatian yang tak kalah pentingnya untuk keberlanjutan usaha, sesuai dengan prinsip Pengembangan Bertanggung Jawab.

PT Putera Manunggal Perkasa (PMP), yang berlokasi di Papua Barat, tengah menyiapkan area pembibitan seluas 80 ha. Pembibitan diperlukan sebagai persiapan perkebunan kelapa sawit yang akan dikembangkan menjadi pola perkebunan inti dan kebun plasma.
Untuk menggarap area ini, PMP banyak mempekerjakan masyarakat lokal dari suku Awee dan Kaiso yang bermukim di sekitar area PMP. Namun, ada satu tantangan yang mesti diselesaikan PMP dalam usahanya membibitkan kelapa sawit sekaligus memberdayakan warga lokal. Tantangan tersebut terletak pada karakteristik sosial, budaya, dan lingkungan masyarakat lokal yang belum terbiasa dengan budaya perkebunan.
“Di sini, seluruh staf dituntut untuk bisa lebih bersabar dan mau meluangkan waktu untuk mengenalkan karakteristik perkebunan kelapa sawit kepada masyarakat lokal yang kita pekerjakan,” tutur Hermawan, General Manager PMP.
Langkah ini sekaligus merupakan tantangan yang dihadapi PMP agar dapat mewujudkan visi-misi menyejahterakan masyarakat. Sejauh ini, proses pembibitan kelapa sawit di PMP sudah melalui dua tahap. Tahap pertama adalah pembibitan dengan varietas Socfindo dan Damimas pada 2013. Sementara tahap kedua adalah pembibitan dengan varietas Lonsum yang dimulai pada awal 2016.
Dalam proses pembibitan, selain pekerja lokal yang belum terbiasa dengan budaya perkebunan, tantangan lain yang dihadapi PMP adalah tekstur tanah yang didominasi oleh tanah liat berat (heavy clay). “Padahal, salah satu syarat untuk mendapatkan bibit berkualitas adalah media tanam tanah top soil yang banyak mengandung lempung berpasir,” ungkap Hermawan.
Untuk memperbaiki pertumbuhan bibit di tahap pertama, dilakukan percobaan-percobaan jangka pendek, di antaranya dengan menggantikan 75% media tanam awal dengan media tanam pasir bercampur tanah liat, ditambah dengan pupuk mycoriza dan control realise (sumicoat/agroblenz).
Hasilnya, pengamatan vegetatif menunjukan bahwa pertumbuhan tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah pelepah meningkat signifikan. Metode inilah yang kini diterapkan di proses pembibitan tahap kedua. “Kesuksesan di pembibitan tahap pertama bukanlah alasan untuk berpuas diri. Kita harus terus mengembangkan diri untuk mendapatkan kualitas bibit yang baik dan memenuhi standar pertumbuhan bibit,” ujar Hendra, Manager NurseryPMP.
Proses pembibitan kelapa sawit di Papua Barat ini diharapkan akan dapat mendukung cita-cita ANJ menjadi perusahaan pangan dan energi terbarukan kelas dunia yang meningkatkan citra bangsa Indonesia. Pada 2017 ANJ berencana melanjutkan pembangunan ke tahap pembuatan pabrik kelapa sawit. “Dengan begitu, kita tidak sekadar bisa membibitkan kelapa sawit berkualitas baik, namun juga memberdayakan lebih banyak masyarakat lokal,” kata Hermawan.

Sumber : https://anj-group.com/id/news-events-1/index/ppm-berdayakan-sdm-lokal-dalam-pembibitan-kelapa-sawit-di-papua-1

Comments